Kali ini kami akan sampaikan langkah demi langkah cara menginstal
Ubuntu 10.10 bersama Windows 7 dalam satu hardisk. Bagi pengguna yang
belum pernah sama sekali melakukan instalasi sistem Linux, pemahaman dan
pengetahuan yang belum cukup akan berpotensi membahayakan data dan
sistem yang telah ada. Jika Anda termasuk orang yang baru pertama kali
menginstal Ubuntu, kami sangat menyarankan untuk mencermati dengan
sungguh-sungguh, sehingga risiko yang mungkin terjadi jika Anda
melakukan kesalahan akan dapat dihindari seminimal mungkin.
Sebagai tahap persiapan, yang perlu Anda lakukan adalah membackup
semua data dan file-file penting kedalam media penyimpanan lain (CD/DVD
ataupun flashdisk) kecuali jika Anda merasa yakin tidak akan melakukan
kesalahan sekecil apapun.
Setelah data-data dan file penting Anda amankan, kita akan memulai
dengan menyusun partisi hardisk yang diperlukan untuk sistem dual boot
nanti.
Dalam contoh ini kami menggunakan sebuah hardisk berkapasitas 40GB
dan telah kami instal sistem Windows 7 dalam drive C berlabel "Lab" dan
sebuah partisi berisi data (drive D) berlabel "Data".
Perlu Anda ketahui, meskipun Window 7 mengenali hardisk kami
memiliki dua drive (C dan D) namun kenyataanya terdapat tiga partisi
dalam hardisk tersebut. Susunan ketiga partisi tersebut adalah:
-
Partisi pertama, kapasitas lebih kurang 100MB. Dikenali oleh Ubuntu
sebagai /dev/sda1 namun oleh sistem Windows 7 tidak ditampilkan
(hidden). Partisi ini merupakan partisi tempat bootloader Windows 7
diinstal.
-
Partisi kedua, kapasitas lebih kurang 20.51GB. Dikenali oleh Ubuntu
sebagai /dev/sda2, oleh sistem Windows 7 dikenali sebagai drive C
berlabel "Lab" tempat sistem Windows 7 diinstal.
-
Partisi ketiga, kapasitas lebih kurang 19.39GB. Dikenali oleh Ubuntu
sebagai /dev/sda3, oleh Windows 7 dikenali sebagai drive D berlabel
"Data" yang merupakan tempat kami penyimpanan data-data.
Untuk melihat tabel partisi tersebut, pada desktop Windows 7, silahkan
klik start menu lalu pilih menu "Run". Pada jendela Run yang
ditampilkan, ketik "diskmgmt.msc" lalu tekan enter atau klik tombol
"OK"...

Aplikasi Disk Management akan dijalankan. Anda dapat melihat pada
gambar dibawah, pada hardisk kami yang berkapasitas 40GB (Disk 0)
terdapat tiga partisi primer berformat NTFS...

Kami merencanakan untuk menginstal Ubuntu 10.10 pada partisi ketiga
(/dev/sda3 atau drive D) yang sebelumnya berisisi data. Untuk menginstal
Ubuntu partisi tersebut akan kami hapus dan memecahnya menjadi tiga
partisi baru yaitu partisi "swap", partisi "/" dan partisi "/home".
Baiklah.. tak perlu berpanjang lebar lagi, kita akan memulai menginstal Ubuntu 10.10 bersama Windows 7 dalam sebuah hardisk.
Masukkan CD/DVD instalasi Ubuntu 10.10 kedalan CD/DVD drive lalu
restart komputer untuk membootingnya melalui CD Ubuntu 10.10. Jika Anda
belum memiliki Intaller Ubuntu 10.10, silahkan
download disini lalu burning file iso yang Anda dapatkan dengan aplikasi pembakar CD seperti Nero, CDburnerXp, Roxio atau yang lainnya...

Tunggulah beberapa saat hingga Ubuntu selesai diload dan ditampilkan layar instalasi...

Dalam contoh ini, kita akan menjalankan Ubuntu 10.10 sebegai Live CD
dan akan melakukan proses penginstalan melalui desktop Live CD Ubuntu.
Hal itu dimakasudkan untuk memastikan bahwa semua perangkat yang ada
pada komputer telah dikenali dengan baik dan CD/DVD installer Ubuntu
dapat dijalankan dengan sempurna.
Pada layar instalasi, pilih bahasa yang ingin digunakan lalu klik
tombol "Try Ubuntu" untuk menjalankan Ubuntu 10.10 sebagai Live CD.
Tunggulah beberapa saat hingga desktop Ubuntu selesai dimuat....

Pada desktop tersebut, klik ganda pada ikon "Instal Ubuntu 10.10".
Ubiquity akan segera dijalankan. Pilih bahasa yang ingin digunakan lalu
klik tombol "Forward"...

Persiapan menginstal Ubuntu. Installer akan memeriksa ketersediaan
perangkat, jika koneksi internet tersedia, pada langkah ini Anda dapat
memilih mengaktifkan update otomatis untuk driver perangkat keras dan
juga menginstal software pihak ketiga. Namun jika itu Anda lakukan,
proses instalasi akan berjalan lebih lama, untuk saat ini, kami sarankan
untuk tidak mengaktifkan pilihan-pilihan tersebut. Klik "Forward" untuk
melanjutkan ke langkah berikutnya...

Mengalokasikan ruang hardisk. Pada gambar di bawah nampak bahwa Ubuntu
10.10 mendeteksi keberadaan sistem lain dalam hardisk, sehingga opsi
"Install alongside other opersting systems" dikatifkan. Karena kita akan
menyusun partisi secara manual, maka silahkan pilih opsi ketiga
"Specify partitions manually (advenced)" lalu klik "Forward"...

Pada langkah ini berhati-hatilah saat memilih partisi yang akan
digunakan untuk menginstal Ubuntu. Kesalahan dalam memilih partisi akan
menyebabkan data atau file penting lainnya HILANG/TERHAPUS dan TIDAK
DAPAT DIKEMBALIKAN lagi. Anda perlu menyesuaikan dengan kondisi hardisk
yang Anda gunakan (jangan sampai salah). Pada contoh ini, kami meilih
/dev/sda3. Kalau Anda sudah yakin bahwa partisi yang dipilih adalah
benar, klik tombol "Delete" untuk menghapus partisi tersebut...

Beberapa saat kemudian Anda akan mendapatkan sebuah ruang kosong, pilih ruang kosong tersebut lalu klik "Add"...

Dalam jendela "Create partition" pada bagian menu dropdown "Us as:"
pilih "swap area". Pada "New partition size....:" masukkan nilai dalam
satuan megabyte, pada contoh ini kami memasukkan nilai "1024" setara
dengan 1GB. Klik "OK" untuk membuat partisi swap dengan kapasitas sesuai
dengan yang Anda ingnkan...

Pilih ruang kosong yang masih ada lalu klik "Add". Dalam jendela
"Create partition" pilih "Logical" pada bagian "Type for the new
partition:". Pada bagian menu dropdown "Us as:" pilih "Ext4 journaling
filesystem". Pada menu "Mount point:" plih "/". Pada "New partition
size....:" masukkan nilai dalam satuan megabyte, pada contoh ini kami
memasukkan nilai "10240" setara dengan 9.4GB. Klik "OK" untuk membuat
partisi "/" dengan kapasitas sesuai dengan yang Anda inginkan...

Pilih ruang kosong yang masih tersisa lalu klik "Add". Dalam jendela
"Create partition" pilih "Logical" pada bagian "Type for the new
partition:". Pada bagian menu dropdown "Us as:" pilih "Ext4 journaling
filesystem". Pada menu "Mount point:" plih "/home". Pada "New partition
size....:" masukkan nilai dalam satuan megabyte, pada contoh ini kami
memasukkan nilai "9558" setara dengan 8.8GB atau seberapapun ruang
kosong yang masih tersedia. Klik "OK" untuk membuat partisi "/home"
dengan kapasitas sesuai dengan yang Anda inginkan...

Tabel partisi pada hardisk kami akan terlihat seperti gambar berikut ini....

Silahkan periksa di bagian bawah pada "Boot loader". Pastikan "Device
for boot loader installation" yang dipilih adalah "/dev/sda" (lihat
gambar) bukan /dev/sda1 atau yang lainnya. Ini artinya kita akan
menginstal Grub sebagai boot loader Ubuntu pada MBR hardisk...

Jika semua telah dirasa cukup klik "Install" untuk memulai proses instalasi Ubuntu 10.10...
Peringatan: Pada langkah ini partisi hardisk yang telah disusun akan
diformat dan semua data yang tersimpan didalamnya akan DIHAPUS dan TIDAK
DAPAT DIKEMBALIKAN lagi.
Dalam jendela dimana Anda berada, masukkan tempat Anda berada atau
pilih lokasi pada peta bumi yang ditampilkan lalu klik "Forward"....

Pada jendela Keyboard layout, sebaiknya biarkan dalam pilihan default, klik "Forward" untuk melanjutkan....

Dalam jendela Siapa Anda, silahkan masukkan informasi yang sesuai pada
masing-masing kolom berikut, isi "Your name:" dengan nama asli Anda,
"Your computer's name:" akan terisi secara otomatis namun Anda dapat
menyesuaikannya, "Pick a username:" masukkan nama yang akan digunakan
sebagai username pada saat login, masukkan password pada "Choose a
password" lalu masukkan kembali pada "Confirm your password". Pada opsi
di bawahnya, Anda dapat memilih untuk login secara otomatis dengan
memilih opsi "Log in Automatically" atau biarkan saja kedua opsi
tersebut sesuai default nya, klik "Forward" untuk melanjutkan....

Silahkan Anda bersantai sejenak dan biarkan Ubiquity menyelesaikan
tugasnya. Ini akan membutuhkan beberapa waktu bergantung pada
spesifikasi komputer yang Anda gunakan...

Stelah proses instalasi selesai akan ditampilkan dialog "Installation Complete", Klik "Restart Now" untuk mereboot komputer...

CD/DVD installer akan dikeluarkan, ambil CD/DVD tersebut lalu tekan
enter. Tunggulah beberapa saat hingga komputer dinyalakan lagi dan Anda
akan mendapatkan menu boot loader Ubuntu "Grub"... Tekan enter untuk
menjalankan sistem Ubuntu 10.10 yang baru saja Anda instal....

Tunggulah sebentar, layar GDM tempat Anda login ke sistem akan
ditampilkan. Masukkan username dan password lalu tekan enter atau klik
tombol "Log In"....

Desktop Ubuntu 10.10 yang cantik telah siap Anda gunakan....

Anda dapat memeriksa menggunakan Nautilus, partisi sistem Windows 7
dapat dimount dan Anda dapat melihat sebuah hardisk dengan label "Lab"
lengkap dengan isinya...

Karena kita menggunakan dual boot mode, kini saatnya untuk mencoba masuk ke sistem Windows 7. Silahkan restart komputer....

Tunggulah beberapa saat. Pada menu grub, pilih menu terakhir "Windows 7
(loader) (on /dev/sda1)" dengan cara menekan tombol panah ke bawah pada
keyboard...

Windows 7 akan dijalankan. Anda dapat memeriksa kembali partisi hardisk
yang digunakan sekarang. Klik start lalu pilih "Run", ketik
"diskmgmt.msc" lalu tekan enter... kini tabel partisi pada hardisk kami
akan terlihat seperti pada gambar berikut....

Sekarang Anda dapat mencobanya pada komputer Anda sendiri. Namun jang
lupa pesan kami, AMANKAN dulu data dan file penting yang Anda miliki
sebab semua data yang terhapus saat instalasi TIDAK DAPAT DIKEMBALIKAN
lagi...
Selamat mencoba...
Sumber : http://www.hi-techmall.org