Jumat, 21 Maret 2014

Mengatasi Hardisk Bad Sector Dengan Aplikasi HDD Regenerator


Mengatasi Hardisk Bad Sector Dengan Aplikasi  HDD Regenerator

Berikut ini adalah salah satu Cara Mengatasi Hardisk Bad Sector Dengan Aplikasi HDD Regenerator yang disajikan dengan cara dan pemahaman yang sangat mudah untuk anda praktekkan.

Dalam tahap ini anda perlu beberapa software pendukung seperti HDD Regeneration yang akan kita pakai sebagai alat untuk memperbaikinya. Jika belum punya silahkan kamu Download Disini. 
password : ebookkomputer

Silahkan install sampai berhasil di komputer/laptop anda software tersebut,kemudian ikuti langkah-langkah berikut ini :

  • Sebaiknya anda memperbaiki harddisk yang ada bad sector-nya di komputer lain. (karena biasanya yang terdapat bad sector itu drive di mana sistem disimpan).
  • Jalankan program HDD Regenerator.
  • Setelah itu pilih pilihan Click here to repair physical bad sectors on damaged drive surface directly under Windows (XP/Vista)


Mengatasi Bad Sector Harddisk

selanjutnya pilih harddisk yang akan kita perbaiki (jika kita memperbaikinya di komputer lain, maka pilihlah harddisk kedua), lalu tekan Start Process.

Mengatasi Bad Sector Harddisk

Next setelah itu anda akan masuk ke mode DOS, tekan tombol 1 untuk memperbaiki harddisk, lalu tekan enter

Mengatasi Bad Sector Harddisk

Selanjutnya tentukan dari sector mana anda akan memperbaiki, masukkan saja tombol 0 untuk memperbaiki sektor dari awal harddisk. lalu tekan enter

Mengatasi Bad Sector Harddisk


  • Berikutnya proses perbaikan bad sector dimulai dan tunggu sampai selesai.
  • Seandainya anda ingin membatalkan proses ini tekan saja tombol ESC.

Sumber : http://bloger-tkj-dos-q28.blogspot.com

Penyebab Hardisk Bad Sector Serta Cara Mengatasinya





Penyebab Hardisk Bad Sector dan Cara Mengatasinya
Bad Sector adalah kondisi dimana suatu sektor dalam harddisk atau removable disk terjadi kerusakan sehingga tidak bisa untuk penyimpanan data. Komputer atau laptop tidak akan berfungsi secara total jika harddisk bad sector yang parah tidak berfungsi normal. Operasi sistem akan gagal beroperasi, data-data penting akan hilang, otomatis semua kegiatan multimedia anda terhenti. 

Sebenarnya Penyebab kerusakan harddisk dapat dihindari jika anda tahu langkah preventif-nya. Perlu anda ketahui apa saja penyebab kerusakan sector hard disk tersebut yaitu: 

10 Penyebab Hardisk Bad Sector


  1. Mematikan komputer tidak secara normal melalui tombol Shut down, keteledoran pengguna pemula sering mematikan komputer langsung mencabut kabel power atau tombol power on-off. Sering melakukan ini dapat menyebabkan kerusakan yang parah
  2. Seringnya komputer mati tiba-tiba saat beroperasi, untuk daerah-daerah tertentu kejadian listrik padam masih sering terjadi. Jangankan luar Jawa di Jawa sendiri tepatnya di Cileungsi, Bogor seminggu bisa 5- 6 kali mati lampu.
  3. Mematikan komputer tidak secara normal melalui tombol Shut down, keteledoran pengguna pemula sering mematikan komputer langsung mencabut kabel power atau tombol power on-off. Sering melakukan ini dapat menyebabkan kerusakan yang parah
  4. Tegangan yang overload, Penggunaan tegangan yang normal dari power supply yang baik turut serta memperpanjang usia agar terhindar dari harddisk bad sector
  5. Bencana alam, saat terjadi bencana alam komputer tertimpa benda keras, besar kemungkinan harddisk yang lemah akan rusak.
  6. Terjatuh atau goncangan, saat anda melepas harddisk keluar dari casing CPU pastikan anda tidak menaruh dan meletakkannya secara sembarangan. Jangan sampai harddisk terjatuh atau terguncang keras.
  7. Human error, kelalaian manusia masih sering saja terjadi.Medan elektromagnetik, Hindari area bermedan magnet tinggi seperti Speaker aktif, Ponsel, Magnet , dan lain sebagainya. Induksi kuat dari magnet penyebab hilangnya data anda secara permanen.
  8. Suhu yang terlalu panas. Hard disk dengan suhu yang terlalu tinggi akan sulit melakukan proses pembacaan data. Suhu yang tinggi tersebut bisa disebabkan oleh sirkulasi udara dalam cpu tidak lancar, penggunaan computer yang terlalu lama, atau kipas power supply tidak bekerja.
  9. Komputer gak pernah dipake, suhu dalam komputer lembab. Ini akan menimbulkan jamur pada piringan hardisk. Banyak kasus komputer lama gak dipake pas dihidupin hardisk gak detek. Ini ya karena jamuran tsb hardisknya.
  10. Tidak pernah dilakukan Harddisk Partition, tumpukkan file-file lama dan baru sering tidak teratur, ibaratnya rumah semua perabotan berantakan tidak pada mestinya, begitu juga kinerja harddisk akan menurun, proses loading berat.
  11. Banyaknya virus yang menyerang, kerusakan penyebab dari virus tidak hanya merusak data saja, bila dibiarkan virus-virus tersebut dapat merusak sistem operasi akibatnya komputer sering hang dan restart
  12. Fisik harddisk yang sudah tua perlu diganti, harddisk yang sudah melewati 5 tahun dengan pemakaian tinggi sudah terbilang udzur dan perlu peremajaan, Seringnya harddisk tua bermasalah pada sectornya.

Sumber : http://bloger-tkj-dos-q28.blogspot.com

Kamis, 20 Maret 2014

Cara Membuat Dual Booting Windows 7 Dengan Windows XP


 Cara Membuat Dual Booting Windows 7 Dengan Windows XP
Kali ini saya akan membahas tentang melakukan dual OS (DUAL BOOTING) . Jika anda mungkin baru beli laptop atau netbook biasanya sudah ada yang operating sistemnya windows 7, Nah pasti anda belum familiar dengan Windows 7 karena baru mengetahuinya pada PC atau Laptop anda, kemudian anda juga ingin menginstall Windows XP juga, berikut langkah yang harus dilakukan sebelum memulai instalasi dualboot Windows 7 dan Widnows XP.
Jika anda anda mempunyai 2 partisi harddisk pada Windows 7 anda harus membuat partisi kembali untuk lokasi instalasi Windows XP, disini anda tidak memerlukan software pihak ketiga untuk melakukan partisi harddisk karena Windows 7 sudah menyediakan fitur bawaan untuk hal itu.
1. Membuat partisi pada Windows 7
disk management Dualboot Windows 7 dan Windows XP
Caranya pada tombol start pada kotak pencarian anda ketik ” disk management” dan tekan enter dan jendela disk management akan terbuka.
2. Membuat Shrink Volume
disk management2 Dualboot Windows 7 dan Windows XP
Jika anda ingin mengambil partisi dari drive C maupun Dirve D, klik kanan pada Drive yang anda tentukan dan pilih Shrink Volume.
Shrink Dualboot Windows 7 dan Windows XP
Sekarang masukan nilai alokasi ruang harddisk yang anda inginkan pada kotak “Enter the amount of space to the shrink in MB” dan klik tombol Shrink.
new Shrink Dualboot Windows 7 dan Windows XP
3. New simple volume wizard pada tahap ini klik next pada halaman pertama dan klik next kembali pada pilihan ” Specify volume size ” dan klik next
format Dualboot Windows 7 dan Windows XP
tselanjutnya anda akan menemukan halaman seperti diatas disini anda tidak perlu melakukan settingan klik next terakhir anda klik Finish. Pada tahap ini selesai membuat partisi untuk lokasi instalasi Widnows XP anda nantinya.
4. Install Windows XP
5. Siapkan CD WINDOWS XP
6. Siapkan CD DRIVER Windows XP
7. Atur bios terlebih dahulu agar prioritas bootingnya dimulai dari CD(DVD)-ROM, caranya:
a. Masuk ke BIOS dengan menekan tombol Del, atau F1,F2 atau tekan tommbol delete.
Pilih menu Advanced Settings, kemudian carilah ‘Boot Priority’ atau yang sejenis.
b. ubah pengaturanya, agar CDROM jadi urutan yang pertama kemungkinan pilihan ini ada 2 jenis
* menu ‘First boot priority’, ‘Second boot priority’ dll: Aturlah ‘First boot priority’ ke ‘CDROM’ dengan menekan tombol PgDn/Pgup (Page Down/Up) atau +/-.
Atur juga ‘Second boot priority’nya ke HDD0/HDD1.
* Jika menunya ‘Boot priority’: atur ke ‘CDROM, C, A’ atau ‘CDROM, A,
C. dengan menekan tombol PgDn/Up. dan selanjutnya tekan F10 untuk save pengaturan BIOS. Selanjutnya tekan Restart komputer, dan trus tekan-tekan F8 atau F10 atau F12 untuk membuka menu booting dan masukan CD Widnows XP anda.
8.  Tunggu beberapa saat sampai muncul tulisan “press any key to boot from CD” seperti tampilan Seperti gambar di bawah ini
ade4 Tutorial Cara Install Windows XP
9. Tekan ENTER atau sembarang tombol, lalu proses instalasi akan mengecek hardware komputer anda, kemudian akan muncul tulisan “windows setup” seperti gambar dibawah ini.
ade5 Tutorial Cara Install Windows XP
10. lalu file-file di dalam cd akan di load ke dalam komputer, kemudian akan muncul tampilan “welcome to setup” seperti gambar dibawah ini.
ade6 Tutorial Cara Install Windows XP
11. Tekan “ENTER” untuk menginstal windows xp, “R” untuk repair system windows yang sebelumnya pernah terinstal, “F3″ untuk keluar dari proses instalasi, lalu akan muncul (End User Licese Aggrement) seperti gambar di bawah ini.
ade7 Tutorial Cara Install Windows XP
12. Tekan “F8″  kemudian proses instalasi akan mencari dan membaca partisi hardisk anda, kemudian akan muncul semua partisi hardisk anda.
ade8 Tutorial Cara Install Windows XP
13. Pilih Partisi harddisk dan tekan “ENTER” untuk menginstal windows XP , jika anda membaca tutorial Dualboot Windows 7 dan Windows XP yang telah saya posting pilih partisi yang telah dibuat pada Windows 7 sebelumnya.
ade9 Tutorial Cara Install Windows XP
14. pilih pada format partition using the NTFS file system (Quick) dan tekan Enter.
ade11 Tutorial Cara Install Windows XP
15.Selanjutnya proses format secara otomasi berjalan seperti pada gambar dibawah ini
ade13 Tutorial Cara Install Windows XP
16. Setelah selesai format, kemudian windows akan ,menyalin file untuk proses instalasi, seperti gambar di bawah ini
ade14 Tutorial Cara Install Windows XP
17. Setelah proses penyalinan selesai, secara otomatis komputer akan melakukan restart seperti gambar di bawah ini, dalam hal ini untuk mempercepat proses restart, anda bisa langsung menekan “ENTER”
ade15 Tutorial Cara Install Windows XP
18. Setelah itu akan muncul loading windows seperti gambar di bawah ini
ade16 Tutorial Cara Install Windows XP
19. selanjutnya proses instalasi windows di mulai 1..2..3…GOoooo muncul layar seperti gambar di bawah ini
ade17 Tutorial Cara Install Windows XP
20. Selanjutnya akan muncul layar seperti gambar di bawah ini, klik next
ade18 Tutorial Cara Install Windows XP
21. Pada tahap selanjutnya anda isiskan nama dan organisasi anda disini anda cukup ketikan nama saja terserah anda dan klik next.
ade19 Tutorial Cara Install Windows XP
22. pada tahap selanjutnya masukan serial number Widnows XP anda,  kemudian tekan “Next” selanjutnya akan muncul layar administrator, isi sesuai dengan keinginan anda. Lalu tekan “Next” maka muncul layar Date and Time Setting seperti gambar di bawah ini. Pilih zona waktu anda dan klik next.
ade21 Tutorial Cara Install Windows XP
23. Setelah itu proses instalasi windows delanjutkan, seperti gambar di bawah ini
ade22 Tutorial Cara Install Windows XP
24. Jika muncul layar seperti pada gambar dibawah ini klik next
ade23 Tutorial Cara Install Windows XP
Selanjutnya akan muncul layar ” work group or computer Domain “,seperti gambar di bawah ini, jika komputer anda terhubung dengan sebuah domain, maka isikan nama domainnya, tapi jika komputer anda stand alone, maka pilih radio button yang paling atas dan isikna “WORKGRUP”, lalu tekan “Next”.
ade24 Tutorial Cara Install Windows XP
25. Selanjutnya akan muncul display setting, seperti gambar di bawah ini, klik “OK”
ade26 Tutorial Cara Install Windows XP
Kemudian windows akan mendeteksi tampilan optimal dari PC anda, seperti terlihat pada gambar di bawah ini, Klik “OK” kembali.
ade27 Tutorial Cara Install Windows XP
26. Kemudian muncul loading jendela windows seperti gambar di bawah ini
ade28 Tutorial Cara Install Windows XP
dan anda akan dibawa masuk ke dalam windows untuk pertama kalinya seperti terlihat pada gambar di bawah ini, tekan “Next”.
ade29 Tutorial Cara Install Windows XP
27. Selanjutnya akan muncul layar “Help Protect Your PC”, seperti gambar di bawah ini, kemudian pilih “Not Right Now” lalu tekan “Next”
ade30 Tutorial Cara Install Windows XP
28. dan pada tahap tahap selanjutnya klik Next sampai anda pada tampilan jendela berikut ini
ade34 Tutorial Cara Install Windows XP
Proses instalasi windows selesai, klik “finish”, untuk masuk pada Widnows XP anda. untuk tahap selanjutnya anda install Driver Widnows XP anda dan perangkat pendukung lainya.
29. Buat Boot Loader Setelah instalasi XP berhasil untuk mendapatkan baik XP dan Windows 7 sebagai pilihan pada layar boot anda dapat menggunakan utilitas gratis EasyBCD.
EasyBCD merupakan salah satu software yang dapat membantu kita untuk mengatur dan me-manage Booting pada PC anda dan software ini berguna jika anda menggunakan sistem operasi lebih dari satu macam.
EasyBCD Dualboot Windows 7 dan Windows XP
Install EasyBCD dan jalankan klik pada manage bootloader dan klik tombol Write MBR. Atau juga kamu bisa menggunakan VISTABOOT PRO 3.3 (FREEWARE).
30. Setelah selesai anda restart komputer nanti anda akan melihat 2 pilihan OS dan anda tinggal pilih saja yang anda inginkan.
 
Sumber : http://realgipratama.blogspot.com

Cara Mengatasi Black Screen Pada Windows 8


Cara Mengatasi Windows 8 Yang Black Screen Setelah Install Program

Kali ini saya akan berbagi tentang Cara Mengatasi Windows 8 Yang Black Screen Setelah Install Program. Cara ini saya lakukan berdasarkan pengalaman. Mulanya saya menggunakan Sistem operasi windows 7 dan saya berkeinginan untuk menggunakan windows 8. Ketika menginstall Windows 8 tidak ada masalah, dan komputer bisa login dengan normal. Namun pada saat menginstall program dan komputer merestat, komputer tidak bisa masuk ke windows lagi dan menjadi black screen. Saya bertanya kepada teman-teman saya yang menggunakan windows 8, namun masalah seperti ini belum pernah dialami teman saya. Akhirnya saya mecari di Internet dan menemukan berhasil Cara Mengatasi Windows 8 Yang Black Screen Setelah Install Program.
Cara Mengatasi Windows 8 Yang Black Screen Setelah Install Program

Berikut ini adalah Cara Mengatasi Windows 8 Yang Black Screen Setelah Install Program:
1. Masuk ke task manager.
Untuk masuk ke Task manager Caranya yaitu tekan "ctrl + alt + del" secara bersamaan, maka akan muncul gambar seperti berikut ini:
Cara Mengatasi Windows 8 Yang Black Screen Setelah Install Program

Setelah itu pilih task manager.
2. Selanjutnya akan muncul jendela task manager, lalu pilih "file" kemudian "run new task" ketikkan "cmd".
Cara Mengatasi Windows 8 Yang Black Screen Setelah Install Program

3. Jika sudah muncul jendela cmd lalu ketikkan “rstrui”.
Cara Mengatasi Windows 8 Yang Black Screen Setelah Install Program

Maka selanjutnya akan muncul jendela "system restore".
4. Jika sudah mucnul jendela system restore klik di “scan for affected programs” maka akan muncul jendela tentang detail program/aplikasi yang telah anda install di komputer.
5. Lihat terakhir anda mennginstall program apa, kemudian close jendela detail.
6. Lalu klik next hingga ada notifikasi restart.
7. Tunggu sampai selesai. Proses ini mungkin akan memerlukan waktu yang agak lama.
8. Jika sudah selesai, maka anda dapat mengakses menu secara normal lagi.
Demikian artikel yang bisa saya sampaikan tentang Cara Mengatasi Windows 8 Yang Black Screen Setelah Install Program, semoga sukses.

Sumber : http://sistemoperasikomp.blogspot.com

Penyebab & Mengatasi Blue Screen Pada Komputer/Laptop


Penyebab dan Cara Mengatasi Blue Screen Pada Komputer/Laptop



Blue Screen atau BSOD adalah istilah yang dikenal luas untuk layar yang ditampilkan Sistem Operasi Windows ketika mengalami kesalahan sistem atau yang disebut Stop Error oleh Windows. Ada beberapa hal yang menyebabkan BSOD muncul, diantaranya driver tidak cocok atau hardware yang sudah tidak bagus lagi.

Penyebab dan Cara Mengatasi Blue Screen Pada Komputer/Laptop - TutorialCaraKomputer.com

Untuk mencari penyebab terjadinya blue screen dapat kita analisa dari informasi yang terlihat pada tampilan blue screen. Informasi yang di tampilkan pada blue screen bersifat teknis dan berupa kode error.

Berikut ini kode error yang muncul ketika terjadi blue screen serta penyebab dan cara mengatasi blue screen pada komputer/laptop :

1. IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL (0X0000000A)
Pesan kesalahan ini disebabkan umumnya kerena ada ketidakcocokan driver yang terinstall di komputer.

Penyebab :
  1. Masalah driver yang bentrok atau tidak cocok.
  2. Masalah video card yang mencakup video card yang di overclock melebihi batas atau anda baru berganti video card dan anda belum menguninstall driver Video card lama dari chipset berbeda.
  3. Masalah audio card yang meliputi kesalahan konfigurasi atau bug dalam driver sound card.
  4. Setting BIOS yang kurang tepat.

Cara Mengatasi :
  1. Kemungkinan muncul setelah menginstall driver, system service, ataupun firmware yang salah. Jika pesan Stop memberikan daftar nama driver, disable, hapus, atau roll back (mengembalikan driver ke versi yang bekerja dengan baik) driver yang salah tersebut. Jika men-disable atau menghapus driver menyelesaikan masalah, hubungi manufaktur device (hardware) yang bermasalah untuk kemungkinan update driver yang tersedia.
  2. Pesan Stop ini juga mungkin terjadi karena hardware yang rusak atau bermasalah. Jika pesan Stop menunjukkan sebuah kategori device tertentu (video atau disk adapter, contohnya), coba lepas atau ganti hardware tersebut untuk menentukan apakah benar hardware tersebut sumber masalahnya.
  3. Jika anda mengalami pesan Stop ini ketika meng-update Windows XP menjadi sp1, 2, ataupun 3, kemungkinan permasalahan terjadi akibat driver yang tidak kompatibel, system service, scanner virus, atau backup. Untuk mencegah hal ini, sebelum melakukan update Windows, konfigurasi hardware Anda menjadi seminim mungkin fiturnya, dan hapus semua driver third-party (tambahan) dan sistem servis (termasuk antivirus). Setelah update Windows selesai, hubungi manufaktur hardware Anda untuk mendapatkan update yang kompatibel dengan versi service pack (sp) Windows XP Anda.
  4. Cara terakhir cobalah mereset setting-an BIOS Anda menjadi seperti semula.

2. NTFS_FILE_SYSTEM atau FAT_FILE_SYSTEM (0X00000024) atau (0X00000023)
Masalah berada di partisi atau file systemnya tetapi bukan di harddisknya, ada masalah didalam Ntfs.sys.

Cara Mengatasi :
  1. Bisa melakukan pengecekan dengan memeriksa kabel SATA atau PATA atau bisa mengecek partisi dengan tool chkdsk.
  2. Cek tool yang biasa Anda gunakan untuk memonitor sistem Anda secara terus menerus (seperti antivirus, program backup, atau program disk defragmenter) apakah sudah kompatibel dengan Windows XP Anda. Beberapa disk atau adapter ada yang dipaketkan dengan software diagnosa yang bisa Anda gunakan untuk melakukan test hardware.
  3. Memori nonpaged pool mungkin terkuras yang dapat menyebabkan sistem untuk berhenti. Anda bisa menyelesaikan masalah ini dengan menambah RAM, yang akan meningkatkan kuantitas dari memori nonpaged pool yang tersedia untuk kernel.

3. UNEXPECTED_KERNEL_MODE_TRAP (0X0000007F)
Bila anda mendapatkan pesan seperti ini, dapat disebabkan karena overclock hardware yang berlebihan, komponen komputer yang kepanasan, BIOS yang korup, dan memory serta CPU yang cacat.

4. DATA_BUS_ERROR
Pesan ini disebabkan karena adanya kemungkinan bahwa memory atau slot memory di motherboard rusak, bisa juga karena kerusakan motherboard, harddisk.

Cara Mengatasi :
  1. Ganti hardware yang rusak

5. PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA (0×00000050)
Disebabkan karena adanya kerusakan hardware, termasuk memory utama, memory video card, atau memory di processor (L2 Cache), serta software yang tidak kompatibel.

Cara Mengatasi :
  1. Jika Anda memasang hardware baru sebelum terjadi error, lepas dan gantilah dengan hardware baru untuk menentukan apakah hardware tersebut yang menyebabkan kerusakan ini. Anda juga dapat menjalankan software diagnosa yang disuplai oleh manufaktur hardware Anda untuk mengecek apakah hardware Anda rusak atau tidak.
  2. Pesan Stop 0×00000050 dapat terjadi setelah menginstall driver yang salah atau system services. Jika sebuah nama file disebutkan, cobalah men-disable, menghapus, atau roll back drivernya. Disable servis atau aplikasi dan pastikan hal ini menyelesaikan masalah. Jangan lupa untuk menghubungi manufaktur hardware tentang update driver yang tersedia. Jika driver baru tidak tersedia, coba gunakan driver dari alat yang mirip. Misalnya, printer model 1100C menyebabkan pesan Stop 0×00000050, gunakan driver printer untuk model 1100A atau model 1000.

6. INACCESSIBLE_BOOT_DEVICE (0X0000007B)
Disebabkan karena adanya kesalahan dalam konfigurasi jumper harddisk yang salah, virus boot sector, driver IDE controller yang salah, atau kesalahan driver chipset. Biasanya masalah ini timbul pada saat startup Windows apabila Windows tidak dapat membaca data mengenai system boot partition. Bisa juga disebabkan karena harddisk yang error, file boot.ini yang cacat (corrupted). Bila tidak ada masalah pada disk drive, partisi dan file boot.ini (ketika dua Operating System terinstall) coba cek settingan booting pada BIOS. Apabila masalah ini muncul ketika sedang melakukan upgrade Windows, itu dapat disebabkan adanya hardware yang tidak kompatibel dengan Windows.

Cara Mengatasi :
  1. Coba lepas hardware yang bermasalah atau cari driver yang sesuai untuk Windowsnya.

7. VIDEO_DRIVER_INIT_FAILURE (x000000B4)
Kesalahan terjadi pada instalasi driver video card yang kurang sempurna, restart pada saat instalasi atau juga dapat terjadi karena kesalahan dalam instalasi driver dan ada konflik dengan hardware grafis (parallel or serial port).

Cara Mengatasi :
  1. Masuk ke Safe Mode lihat apakah masalah terinstall, jika terinstall silahkan meng-upgrade driver graphic card terbaru dan bila masih gagal kemungkinan disebabkan oleh kartu grafis dan port paralel.

8. BAD_POOL_CALLER (0X000000C2)
Kesalahan ini dapat terjadi karena kesalahan atau driver yang tidak kompatibel. Sering terjadi saat melakukan instalasi XP dari upgrade, atau bukan dari instalasi baru.

Cara Mengatasi :
  1. Coba lepas hardware yang bermasalah / cari driver yang sesuai untuk Windwosnya.
  2. Cabut RAM, tukarkan/pindah-pindahkan slot-nya.

9. PEN_LIST_CORRUPT
Pesan ini disebabkan karena adanya kerusakan RAM

10. MACHINE_CHECK_EXCEPTION (x0000009C)
Disebabkan oleh cacatnya hardware(memori, CPU, bus, power supply) atau yang di overclock secara agresif, serta power supply yang kekurangan daya atau rusak.

Cara Mengatasi :
  1. Ganti komponen hardware yang cacat (memory, power suplay, etc).

Cara Membuat Bootable Dengan Menggunakan Rufus



Tidak jarang sebagian kita dihadapkan dengan kendala yang memerlukan booting komputer dari USB Flash drive (Flashdisk). Misalnya harus install ulang windows, Linux, update BIOS, Recovery password atau untuk sekedar memeriksa dan menganalisa sistem operasi. Salah satu software gratis & portable yang bisa kita gunakan adalah Rufus.
Sebelumnya saya sudah pernah mengulas berbagai software gratis untuk membuat bootable Windows (baca 5 Software Gratis membuat Bootable USB Windows). Kini ada lagi software gratis dan portable lainnya yang tidak kalah bagus, yaitu Rufus. Bahkan software ini tidak hanya untuk Installasi windows saja tetapi lebih dari itu.
Rufus merupakan Utility kecil dan ringan yang bisa digunakan untuk melakukan format dan membuat bootable USB Flash drive (flashdisk, memory stick dan lainnya). Dengan Rufus kita bisa menggunakan untuk berbagai hal, seperti:
  • Ingin menginstall sistem operasi dari USB baik Windows atau Linux
  • Ingin bekerja dengan perangkat semisal hardisk yang belum ada sistem operasi-nya
  • Untuk melakukan flash BIOS atau update Firmware dari DOS
  • Untuk menjalankan software yang membutuhkan akses low level, seperti low level format

Beberapa Kelebihan Rufus

Meskipun sebelumnya telah saya ulas berbagai software untuk membuat bootable USB, tetapi sebagian hanya untuk Windows dan beberapa juga terbatas untuk Windows Vista/7 saja. Lain halnya dengan Rufus, meskipun ukuran yang kecil, Rufus mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya:
  • Proses membuat bootable USB relatif lebih cepat (bahkan dibanding software seperti UNetBootin, untuk membuat bootable Windows 7 hampir 2 kali lebih cepat)
  • Ada pilihan yang menyertakan FreeDOS, sehingga bermanfaat misalnya untuk melakukan upgrade BIOS atau utility DOS lainnya
  • UKuran sangat kecil (hanya 146 KB tanpa FreeDOS dan 407 KB dengan FreeDOS) dan juga portable (tidak perlu install)
  • Adanya fitur untuk mengecek adanya “bad block”
  • Dapat digunakan untuk membuat bootable USB berbagai sistem operasi (windows dan Linux) serta utility recovery. Selengkapnya bisa melihat uraian dibawah
Berbagai sistem yang didukung Rufus cukup banyak diantaranya: Arch Linux, Archbang, CentOS, Damn Small Linux, Fedora, FreeDOS, Gentoo, gNewSense, Hiren’s Boot CD, Knoppix, Kubuntu, NT Password Registry Editor, OpenSUSE, Slackware, Tails, Ubuntu, Ultimate Boot CD, Windows 7, Windows 8 Developer Preview, Windows Vista, dan lainnya.

Penggunaan

Penggunaan software ini sangat mudah, setelah USB terpasang, jalankan Rufus. Maka akan tampil seperti halnya ketika akan melakukan format di Windows, dengan beberapa tambahan fitur, seperti informasi USB Flash drive, file system, pillihan ukuran cluster, Membuat label baru, cek adanya bad block, quick format, menambahkan label dan icon sendiri serta pemilihan file ISO.

Ketika membuat bootable USB, ada pilihan untuk membuat bootable MS-DOS, FreeDOS atau dari file ISO Image. Darimana kita mendapatkan file ISO? Untuk mendapatkan file ISO yang berisi sistem operasi, kita bisa membuatnya dari CD/DVD windows, linux atau lainnya dengan menggunakan software semisal ImageBurn.
Setelah pemilihan setting selesai, kita tinggal klik tombol Start untuk mulai membuat bootable USB flash drive dan tunggu sampai proses selesai. Bagi yang belu tahu bagaimana mengatur BIOS komputer/PC agar bisa booting dari USB Flash drive, bisa membaca artikle saya terdahulu tentang Mengatur BIOS agar bisa booting dari USB.
Download dan Info selengkapnya tentang Rufus kunjungi http://rufus.akeo.ie/

Sumber : http://ebsoft.web.id

Cara Membuat Dual Boot Ubuntu Dan Windows 7


Kali ini kami akan sampaikan langkah demi langkah cara menginstal Ubuntu 10.10 bersama Windows 7 dalam satu hardisk. Bagi pengguna yang belum pernah sama sekali melakukan instalasi sistem Linux, pemahaman dan pengetahuan yang belum cukup akan berpotensi membahayakan data dan sistem yang telah ada. Jika Anda termasuk orang yang baru pertama kali menginstal Ubuntu, kami sangat menyarankan untuk mencermati dengan sungguh-sungguh, sehingga risiko yang mungkin terjadi jika Anda melakukan kesalahan akan dapat dihindari seminimal mungkin.
Sebagai tahap persiapan, yang perlu Anda lakukan adalah membackup semua data dan file-file penting kedalam media penyimpanan lain (CD/DVD ataupun flashdisk) kecuali jika Anda merasa yakin tidak akan melakukan kesalahan sekecil apapun.
Setelah data-data dan file penting Anda amankan, kita akan memulai dengan menyusun partisi hardisk yang diperlukan untuk sistem dual boot nanti.
Dalam contoh ini kami menggunakan sebuah hardisk berkapasitas 40GB dan telah kami instal sistem Windows 7 dalam drive C berlabel "Lab" dan sebuah partisi berisi data (drive D) berlabel "Data".
Perlu Anda ketahui, meskipun Window 7 mengenali hardisk kami memiliki dua drive (C dan D) namun kenyataanya terdapat tiga partisi dalam hardisk tersebut. Susunan ketiga partisi tersebut adalah:


  • Partisi pertama, kapasitas lebih kurang 100MB. Dikenali oleh Ubuntu sebagai /dev/sda1 namun oleh sistem Windows 7 tidak ditampilkan (hidden). Partisi ini merupakan partisi tempat bootloader Windows 7 diinstal.
  • Partisi kedua, kapasitas lebih kurang 20.51GB. Dikenali oleh Ubuntu sebagai /dev/sda2, oleh sistem Windows 7 dikenali sebagai drive C berlabel "Lab" tempat sistem Windows 7 diinstal.
  • Partisi ketiga, kapasitas lebih kurang 19.39GB. Dikenali oleh Ubuntu sebagai /dev/sda3, oleh Windows 7 dikenali sebagai drive D berlabel "Data" yang merupakan tempat kami penyimpanan data-data.
Untuk melihat tabel partisi tersebut, pada desktop Windows 7, silahkan klik start menu lalu pilih menu "Run". Pada jendela Run yang ditampilkan, ketik "diskmgmt.msc" lalu tekan enter atau klik tombol "OK"...

Aplikasi Disk Management akan dijalankan. Anda dapat melihat pada gambar dibawah, pada hardisk kami yang berkapasitas 40GB (Disk 0) terdapat tiga partisi primer berformat NTFS...

Kami merencanakan untuk menginstal Ubuntu 10.10 pada partisi ketiga (/dev/sda3 atau drive D) yang sebelumnya berisisi data. Untuk menginstal Ubuntu partisi tersebut akan kami hapus dan memecahnya menjadi tiga partisi baru yaitu partisi "swap", partisi "/" dan partisi "/home".
Baiklah.. tak perlu berpanjang lebar lagi, kita akan memulai menginstal Ubuntu 10.10 bersama Windows 7 dalam sebuah hardisk.
Masukkan CD/DVD instalasi Ubuntu 10.10 kedalan CD/DVD drive lalu restart komputer untuk membootingnya melalui CD Ubuntu 10.10. Jika Anda belum memiliki Intaller Ubuntu 10.10, silahkan download disini lalu burning file iso yang Anda dapatkan dengan aplikasi pembakar CD seperti Nero, CDburnerXp, Roxio atau yang lainnya...

Tunggulah beberapa saat hingga Ubuntu selesai diload dan ditampilkan layar instalasi...

Dalam contoh ini, kita akan menjalankan Ubuntu 10.10 sebegai Live CD dan akan melakukan proses penginstalan melalui desktop Live CD Ubuntu. Hal itu dimakasudkan untuk memastikan bahwa semua perangkat yang ada pada komputer telah dikenali dengan baik dan CD/DVD installer Ubuntu dapat dijalankan dengan sempurna.
Pada layar instalasi, pilih bahasa yang ingin digunakan lalu klik tombol "Try Ubuntu" untuk menjalankan Ubuntu 10.10 sebagai Live CD. Tunggulah beberapa saat hingga desktop Ubuntu selesai dimuat....

Pada desktop tersebut, klik ganda pada ikon "Instal Ubuntu 10.10". Ubiquity akan segera dijalankan. Pilih bahasa yang ingin digunakan lalu klik tombol "Forward"...

Persiapan menginstal Ubuntu. Installer akan memeriksa ketersediaan perangkat, jika koneksi internet tersedia, pada langkah ini Anda dapat memilih mengaktifkan update otomatis untuk driver perangkat keras dan juga menginstal software pihak ketiga. Namun jika itu Anda lakukan, proses instalasi akan berjalan lebih lama, untuk saat ini, kami sarankan untuk tidak mengaktifkan pilihan-pilihan tersebut. Klik "Forward" untuk melanjutkan ke langkah berikutnya...

Mengalokasikan ruang hardisk. Pada gambar di bawah nampak bahwa Ubuntu 10.10 mendeteksi keberadaan sistem lain dalam hardisk, sehingga opsi "Install alongside other opersting systems" dikatifkan. Karena kita akan menyusun partisi secara manual, maka silahkan pilih opsi ketiga "Specify partitions manually (advenced)" lalu klik "Forward"...

Pada langkah ini berhati-hatilah saat memilih partisi yang akan digunakan untuk menginstal Ubuntu. Kesalahan dalam memilih partisi akan menyebabkan data atau file penting lainnya HILANG/TERHAPUS dan TIDAK DAPAT DIKEMBALIKAN lagi. Anda perlu menyesuaikan dengan kondisi hardisk yang Anda gunakan (jangan sampai salah). Pada contoh ini, kami meilih /dev/sda3. Kalau Anda sudah yakin bahwa partisi yang dipilih adalah benar, klik tombol "Delete" untuk menghapus partisi tersebut...

Beberapa saat kemudian Anda akan mendapatkan sebuah ruang kosong, pilih ruang kosong tersebut lalu klik "Add"...

Dalam jendela "Create partition" pada bagian menu dropdown "Us as:" pilih "swap area". Pada "New partition size....:" masukkan nilai dalam satuan megabyte, pada contoh ini kami memasukkan nilai "1024" setara dengan 1GB. Klik "OK" untuk membuat partisi swap dengan kapasitas sesuai dengan yang Anda ingnkan...

Pilih ruang kosong yang masih ada lalu klik "Add". Dalam jendela "Create partition" pilih "Logical" pada bagian "Type for the new partition:". Pada bagian menu dropdown "Us as:" pilih "Ext4 journaling filesystem". Pada menu "Mount point:" plih "/". Pada "New partition size....:" masukkan nilai dalam satuan megabyte, pada contoh ini kami memasukkan nilai "10240" setara dengan 9.4GB. Klik "OK" untuk membuat partisi "/" dengan kapasitas sesuai dengan yang Anda inginkan...

Pilih ruang kosong yang masih tersisa lalu klik "Add". Dalam jendela "Create partition" pilih "Logical" pada bagian "Type for the new partition:". Pada bagian menu dropdown "Us as:" pilih "Ext4 journaling filesystem". Pada menu "Mount point:" plih "/home". Pada "New partition size....:" masukkan nilai dalam satuan megabyte, pada contoh ini kami memasukkan nilai "9558" setara dengan 8.8GB atau seberapapun ruang kosong yang masih tersedia. Klik "OK" untuk membuat partisi "/home" dengan kapasitas sesuai dengan yang Anda inginkan...

Tabel partisi pada hardisk kami akan terlihat seperti gambar berikut ini....

Silahkan periksa di bagian bawah pada "Boot loader". Pastikan "Device for boot loader installation" yang dipilih adalah "/dev/sda" (lihat gambar) bukan /dev/sda1 atau yang lainnya. Ini artinya kita akan menginstal Grub sebagai boot loader Ubuntu pada MBR hardisk...

Jika semua telah dirasa cukup klik "Install" untuk memulai proses instalasi Ubuntu 10.10...
Peringatan: Pada langkah ini partisi hardisk yang telah disusun akan diformat dan semua data yang tersimpan didalamnya akan DIHAPUS dan TIDAK DAPAT DIKEMBALIKAN lagi.
Dalam jendela dimana Anda berada, masukkan tempat Anda berada atau pilih lokasi pada peta bumi yang ditampilkan lalu klik "Forward"....

Pada jendela Keyboard layout, sebaiknya biarkan dalam pilihan default, klik "Forward" untuk melanjutkan....

Dalam jendela Siapa Anda, silahkan masukkan informasi yang sesuai pada masing-masing kolom berikut, isi "Your name:" dengan nama asli Anda, "Your computer's name:" akan terisi secara otomatis namun Anda dapat menyesuaikannya, "Pick a username:" masukkan nama yang akan digunakan sebagai username pada saat login, masukkan password pada "Choose a password" lalu masukkan kembali pada "Confirm your password". Pada opsi di bawahnya, Anda dapat memilih untuk login secara otomatis dengan memilih opsi "Log in Automatically" atau biarkan saja kedua opsi tersebut sesuai default nya, klik "Forward" untuk melanjutkan....

Silahkan Anda bersantai sejenak dan biarkan Ubiquity menyelesaikan tugasnya. Ini akan membutuhkan beberapa waktu bergantung pada spesifikasi komputer yang Anda gunakan...

Stelah proses instalasi selesai akan ditampilkan dialog "Installation Complete", Klik "Restart Now" untuk mereboot komputer...

CD/DVD installer akan dikeluarkan, ambil CD/DVD tersebut lalu tekan enter. Tunggulah beberapa saat hingga komputer dinyalakan lagi dan Anda akan mendapatkan menu boot loader Ubuntu "Grub"... Tekan enter untuk menjalankan sistem Ubuntu 10.10 yang baru saja Anda instal....

Tunggulah sebentar, layar GDM tempat Anda login ke sistem akan ditampilkan. Masukkan username dan password lalu tekan enter atau klik tombol "Log In"....

Desktop Ubuntu 10.10 yang cantik telah siap Anda gunakan....

Anda dapat memeriksa menggunakan Nautilus, partisi sistem Windows 7 dapat dimount dan Anda dapat melihat sebuah hardisk dengan label "Lab" lengkap dengan isinya...

Karena kita menggunakan dual boot mode, kini saatnya untuk mencoba masuk ke sistem Windows 7. Silahkan restart komputer....

Tunggulah beberapa saat. Pada menu grub, pilih menu terakhir "Windows 7 (loader) (on /dev/sda1)" dengan cara menekan tombol panah ke bawah pada keyboard...

Windows 7 akan dijalankan. Anda dapat memeriksa kembali partisi hardisk yang digunakan sekarang. Klik start lalu pilih "Run", ketik "diskmgmt.msc" lalu tekan enter... kini tabel partisi pada hardisk kami akan terlihat seperti pada gambar berikut....

Sekarang Anda dapat mencobanya pada komputer Anda sendiri. Namun jang lupa pesan kami, AMANKAN dulu data dan file penting yang Anda miliki sebab semua data yang terhapus saat instalasi TIDAK DAPAT DIKEMBALIKAN lagi...
Selamat mencoba...

Sumber : http://www.hi-techmall.org
 

Teknik Komputer & Jaringan Blak Magik is Designed by productive dreams for smashing magazine Bloggerized by Ipiet © 2008